Peringatan Bulan Suro, Desa Sempor Lestarikan Tradisi melalui Slametan Desa Salam
Sempor, 3 Juli 2026 – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus memperingati datangnya Bulan Suro, Pemerintah Desa Sempor bersama masyarakat menyelenggarakan Slametan Desa Salam pada Jumat Manis, 3 Juli 2026, bertempat di GOR Balai Desa Sempor. Kegiatan ini merupakan tradisi yang telah mengakar di tengah masyarakat sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan ketenteraman bagi seluruh warga desa.
Acara berlangsung khidmat sekaligus semarak dengan dihadiri Camat Sempor beserta Forkopimcam, perangkat desa, anggota BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, lembaga desa, serta tamu undangan dan masyarakat dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sempor, Diyanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, para donatur, serta masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan Slametan Desa Salam. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam setiap kegiatan desa merupakan modal utama untuk menjaga persatuan dan membangun Desa Sempor.
Beliau juga menyampaikan bahwa peringatan Bulan Suro hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT, memperbanyak amal kebaikan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Tradisi yang diwariskan oleh para leluhur hendaknya kita rawat bersama sebagai bagian dari kekayaan budaya desa. Selama tetap sejalan dengan nilai-nilai kebersamaan dan menjadi sarana mempererat persaudaraan, tradisi yang baik patut untuk terus dilestarikan," tutur Kepala Desa.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Suro, kegiatan turut dimeriahkan dengan pagelaran seni tradisional Tayub yang menghadirkan seniman lengger dari Kabupaten Banyumas. Penampilan seni budaya tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan menjadi hiburan rakyat yang memperkuat semangat kebersamaan sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian kesenian tradisional Jawa.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga berakhirnya acara. Ribuan warga memadati GOR Balai Desa Sempor untuk mengikuti rangkaian kegiatan, sehingga suasana penuh keakraban, kekeluargaan, dan kegembiraan terasa sepanjang pelaksanaan acara.
Melalui penyelenggaraan Slametan Desa Salam dalam peringatan Bulan Suro ini, Pemerintah Desa Sempor berharap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dapat terus dilestarikan sebagai identitas budaya masyarakat. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong, menjaga kerukunan antarwarga, serta menjadi pengingat untuk senantiasa bersyukur dan meningkatkan amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
LUDIANTORO