Mahasiswa KKN Profesi Bidan UNIMUGO Gelar Edukasi Penyakit Balita dan Demonstrasi Pijat Bayi di Posyandu Kaliputih
Pada hari Senin, 8 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan program edukasi seputar penyakit yang sering dialami oleh balita serta demonstrasi pijat bayi yang bertempat di Pos 2 Posyandu Kaliputih. Kegiatan ini dihadiri oleh 22 orang ibu balita dan dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil survei mawas diri terhadap 42 balita, di mana didapatkan bahwa 19 balita mengalami penyakit dalam tiga bulan terakhir, seperti ISPA, diare, demam, dan beberapa penyakit lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terdapat permasalahan kesehatan balita yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan dini di tingkat keluarga.
Kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal ibu balita mengenai penyakit yang sering dialami anak serta pijat bayi sehat. Berdasarkan hasil pre-test, diperoleh data bahwa sebanyak 9 orang (41%) memiliki pengetahuan baik, 8 orang (36%) memiliki pengetahuan cukup, dan 5 orang (23%) memiliki pengetahuan kurang. Data tersebut menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, masih terdapat ibu balita yang belum memahami secara optimal mengenai penyakit yang sering terjadi pada bayi dan balita serta teknik pijat bayi yang benar.
Selanjutnya dilakukan penyampaian materi edukasi yang membahas jenis-jenis penyakit yang umum terjadi pada balita, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, upaya pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat, serta penanganan awal yang dapat dilakukan di rumah. Kegiatan edukasi berlangsung secara interaktif dengan adanya diskusi dan tanya jawab antara pemateri dan peserta. Setelah sesi edukasi dan diskusi selesai, dilakukan pengisian post-test sebagai bentuk evaluasi untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta setelah mendapatkan materi. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, yaitu sebanyak 17 orang (77%) memiliki pengetahuan baik, 5 orang (23%) memiliki pengetahuan cukup, dan tidak ada lagi peserta (0%) yang memiliki pengetahuan kurang.
Berdasarkan data pre-test dan post-test tersebut, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada ibu balita sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan edukasi seputar penyakit yang sering diderita oleh bayi dan balita. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita. Diharapkan peningkatan pengetahuan tersebut dapat diikuti dengan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu meminimalkan angka kesakitan pada bayi dan balita serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pijat bayi. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa pijat bayi bertujuan untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh balita, memperlancar peredaran darah, meningkatkan kualitas tidur, serta mempererat ikatan emosional antara ibu dan anak. Peserta tampak antusias dan beberapa ibu mencoba mempraktikkan kembali teknik pijat yang telah dicontohkan dengan pendampingan.
Dukungan dari bidan desa, kader posyandu, dan pihak terkait sangat berperan dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan. Kerja sama yang baik antara tim pelaksana dengan bidan desa dan kader posyandu membantu dalam mengoordinasikan peserta, menyiapkan sarana dan prasarana, serta mendampingi ibu balita selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya dukungan tersebut, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Artikel by: Mahasiswa KKN Profesi Bidan UNIMUGO
LUDIANTORO